CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Social Profiles

Facebook  Twitter  Google+ Soundcloud Instagram Yahoo

Senin, Juni 04, 2012

PERANG-PERANG KEDAERAHAN

MENENTANG BANGSA KOLONIAL BELANDA
A. Perang Maluku (Patimura)
Perang Pattimura terjadi di Maluku pada tahun 1817.
1. Sebab Umum
- Penindasan dan penghisapan oleh bangsa Belanda terhadap penduduk Maluku.
- Ketidakpuasan rakyat terhadap peraturan gubernur Maluku seperti kewajiban menyediakan perahu dan menebang kayu.
- Aturan monopoli dagang yang keras. Misalnya dengan adanya pelayaran hongi dan ekstirpasi.
- Pengawasan terhadap keamanan yang terlalu ketat.
2. Sebab Khusus
Penolakan Residen Van Den Berg terhadap tuntutan rakyat untuk membayar harga perahu yang dipesan dengan harga sebenarnya.
3. Strategi yang digunakan dalam perang
Rakyat Maluku berperang dengan cara perang gerilya dan mengumpulkan perahu-perahu untuk menyerang Benteng Durstede di Saparua. Sedangkan pihak kolonial menggunakan pasukan besar-besaran untuk menguasai kembali benteng yang telah direbut.
4. Tokoh-tokoh yang berperan.
A. Dari Pihak Rakyat Maluku.
Thomas Matulesi (Patimura), Ulupaha, Paulus Tiahahu, Cristina Martha Tiahahu, Anthony Reebok, Philipe Latumahina, dan Said Parinta.
B. Dari pihak kolonial.
Residen Van den berg, Mayor Beetjes, dan Letkol Groot.
5. Medan perang.
Medan perangnya adalah di kepulauan Maluku yang terpusat di sekitar Benteng Durstede Saparua.
6. Akhir perang.
Belanda melancarkan politik adu domba atau devide et intera kepada raja-raja dan pendeta di Maluku sehingga para pemimpin perang dapat ditangkap dan dihukum gantung di Benteng Niew Victoria Ambon sehingga berakhirlah perjuangan rakyat Maluku.
7. Akibat perang.
- Bidang Politik.
Semakin kokohnya penguasaan Belanda atas wilayah Maluku.
- Bidang Ekonomi.
Monopoli Belanda terhadap rempah-rempah dan pembuatan perahu semakin merajalela.

B. Perang Padri (1821-1837)
Perang Padri pada awalnya adalah perang antara kaum ulama yang ingin memurnikan kembali ajaran Islam di Sumatra Barat terhadap Kaum adat yang menentangnya.
1. Sebab-sebab Umum.
- Adanya pertentangan paham antara golongan Wahabi yang ingin memurnikan ajaran agama islam dengan para golongan Tasawuf yang terdiri dari kaum bangsawan dan pemangku adat.
- Ada kebiasaan buruk yang disahkan oleh kaum adat seperti minum minuman keras, menyabung ayam, berjudi, merokok, dll.
- Adanya pertentangan antara hukum adat dengan hukum di agama Islam. Yaitu diantaranya pada hukum adat menganut sistem kekerabatan Matrilineal sedangkan di Islam Patrilineal.
- Terjadi perebutan pengaruh antara kaum adat dengan ulama.
- Adanya campur tangan bangsa barat dalam perebutan kekuasaan tersebut yaitu Inggris dan Belanda.
2. Sebab khusus
Pertemuan antara kaum adat dengan ulama untuk menyelesaikan semua persoalan selama ini di Kototangah. Karena usaha itu tidak berhasil, kaum adat di serang oleh kaum ulama kemudian kaum adat meminta bantuan kepada Belanda di Padang pada tahun 1821.
3. Strategi Perang.
Pada tahun 1821-1825 perang terjadi antara kaum ulama dengan kaum adat yang dibantu oleh Belanda. Kaum ulama menyerang benteng-benteng Belanda sehingga Belanda mengajak berdamai pada tahun 1825 karena untuk memusatkan perhatian pada perang di Jawa. Kemudian pada tahun 1830-1837 berkecamuk lagi perang di Minangkabau yang kini kaum ulama bersatu dengan kaum adat untuk melawan Belanda. Perang dilakukan dengan perang gerilya dan bertahan di benteng pertahanan.
4. Tokoh-tokoh.
a. Dari rakyat Minangkabau.
Tuanku lintau, Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Gapuk, Tuanku Hitam, Tuanku Nan Cerdik, dan Tuanku Tambusay.
b. Dari pihak kolonial.
Kolonel Stuers,
5. Medan pertempuran.
Medan pertempuran hampir di semua wilayah Sumatra Barat, misalnya di Padang, Bukit Tinggi, Pariaman, dll.
6. Akhir perang.
Setelah menghadapi tekanan-tekanan berat dari pihak belanda, akhirnya Tuanku Imam Bonjol bersedia untuk melakukan perundingan dengan Belanda. Perundingan gagal karena pihak Belanda telah melakukan persiapan untuk menyerang dan mengepung benteng tempat Imam Bonjol bertahan. Karena perang yang berlarut-larut dan ketimpangan kekuatan, akhirnya Tuanku Imambonjol menyerah beserta sisa pasukannya pada tanggal 25 Oktober 1837 kemudian beliau dibuang ke Menado dan wafat di sana.
7. Akibat perang.
a. Bidang politik.
Semakin jelas dan kokohnya kekuasaan Belanda atas daerah Sumatra Barat.
b. Bidang Ekonomi.
Monopoli semakin kuat terutama monopoli garam dan lada di Sumatra Barat.

C. Perang Diponegoro (1825-1830)
Perang Diponegoro terjadi di daerah jawa tengah dan timur yang dipimpin oleh seorang anak selir Sultan Hamengkubuwono III yaitu Pangeran Diponegoro.
1. Sebab umum.
Terjadi banyak kemerosotan dalam bidang kehidupan di sekitar kesultanan Mataram.
- Daerah pesisir di utara Jawa diambil alih oleh Belanda.
- Makin menyempitnya wilayah kerajaan dan kekuasaannya pula.
- Adanya perpecahan di kalangan keluarga Mataram sehingga melemahkan kerajaan dan memperkuat Belanda.
- Merosotnya martabat kerajaan sebagai akibat campur tangan Belanda dalam urusan pemerintahan.
- Adanya kebiasaan minum minuman keras di kalangan bangsawan dan rakyat sehingga menimbulkan kekhawatiran umat.
- Rakyat semakin berat bebannya setelah Kerajaan mengizinkan sewa tanah kepada perusahaan-perusahaan asing.
- Ketikpuasan para bangsawan pada keputusan gubernur jenderal karena tidak boleh menyewakan tanah mereka kepada pengusaha swasta.
2. Sebab Khusus.
Kemarahan Pangeran Diponegoro ketika Belanda memasang patok jalan kereta api yang akan melewati tanah makam leluhurnya di Tegal Rejo yang tanpa seizin Pangeran Diponegoro.
3. Strategi Perang.
Dari pihak Pangeran Diponegoro, beliau menggunakan tehnik perang gerilya yang tiba-tiba menyerang pasukan Belanda kemudian menghilang. Markas serangan gerilya itu terdapat di Go’a Selarong.
Sedangkan strategi Belanda adalah:
- Mengangkap kembali sultan Sepuh (HB II) menjadi sultan Mataram.
- Membentuk pasukan kontra gerilya yang anggotanya adalah orang Indonesia sendiri yang telah berkianat dengan bayaran.
- Menjalankan Devide Et Intera kepada anak buah Pangeran Diponegoro dan dengan mengimingi hadiah bagi yang dapat menangkap Pangeran Diponegoro hidup atau mati.
- Menjalankan siasat benteng stelsel. Yaitu dengan cara mendirikan benteng-benteng di setiap daerah yang telah dikuasai dan jalan-jalan yang menghubungkan antar benteng tersebut sehingga wilayah gerilya Pangeran Diponegoro semakin sempit.
4. Tokoh-tokoh.
a. Dari rakyat Indonesia.
Pangeran Diponegoro, Pangeran Suryo Atmojo, Adipati Kertodirjo, Pangeran Serang, Karto Pengalasan, Pangeran Suryo Mataram, Aryo Prangwadono, Pangeran Notoprojo, Sentot Alibasah Prawirodirjo, Pangeran Joyokusumo, Arya papak, dan Kiyai Mojo.
b. Dari pihak kolonial.
Gubernur jenderal Van der Capelen dan Jenderal De Kock.
5. Medan pertempuran.
Yaitu di daerah Jawa tengah dan timur yang diantaranya Pacitan, Purwodadi, Banyumas, Pekalongan, Semarang, Rembang, dan Madiun.
6. Akhir perang.
Karena telah banyaknya pengikut P. Diponegoro yang menyerah dan menyusutnya kekuataan, akhirnya P. Diponegoro bersedia untuk berunding dengan Belanda di Rumah Residen Kedua pada tanggal 28 Maret 1830. Pada tawaran itu, Belanda berjanji jika perundingan gagal maka P. Diponegoro dapat kembali ke medan perang. Tetapi Belanda mengingkarinya dan P. Diponegoro Ditangkap yang kemudian di buang ke Menado dan kemudian Makasar. Beliau wafat pada tanggal 8 Januari 1855 di Benteng Rooterdam Makasar.
7. Akibat perang.
a. Bidang politik.
- Kekuasaan dan wilayah kasultanan Yogyakarta dan kasultanan Solo menjadi berkurang.
- Dihapuskannya peraturan yang merugikan rakyat. Misalnya dihapuskannya gerbang cukai di Yogyakarta dan Solo.
b. Bidang Ekonomi.
Belanda memperoleh daerah Yogyakarta dan Solo yang kemudian dijadikan daerah tanam paksa.
c. Bidang sosial.
Adanya kerugian besar baik jiwa maupun harta yang kira-kira ada 8000 orang Belanda yang meninggal dan 7000 orang Jawa yang meninggal. Biaya yang dihabiskan tidak kurang dari 20.000.00,00 Gulden.

D. Perang Bali (1846-1909)
Perang Bali adalah perang antara kerajaan-kerajaan yang ada di pulau Bali dengan bangsa kolonial Belanda. Perang ini terjadi karena kerajaan-kerajaan tersebut tidak ingin dikuasai oleh bangsa asing.
1. Sebab umum.
- Belanda hendak memaksakan kehendaknya untuk menghapuskan hak-hak kekuasan kerajaan-kerajaan di Bali atas daerahnya.
- Raja-raja Bali dipaksa mengakui kedaulatan pemerintah Hindia Belanda dan mengizinkan pengibaran bendera Belanda di wilayah kerajaannya.
- Adat agama sute yang dianggap Belanda tidak berprikemanusiaan akan dihapus oleh Belanda.
2. Sebab khusus.
Belanda menolak hak Raja Buleleng yaitu hak Tawan karang yang menyatakan kapal asing yang terdampar di pantai kerajaan tersebut akan dirampas kapal beserta isinya.
3. Strategi Perang.
Pemerintah kolonial Hindia Belanda mengirimkan ekspedisi pasukannya ke Bali untuk membuat raja-raja Bali takluk. Ekspedisi pertama tidak berhasil kemudian Belanda mengirimkan pasukannya yang lebih besar lagi. Karena kalahnya jumlah dan teknologi senjata, rakyat Bali hanya tinggal bertahan di Benteng-benteng pertahanan sambil sedikit-sedikit menyerang dan juga dengan menjalankan perang Puputan. Yaitu perang suci sampai tetes darah penghabisan.
4. Tokoh-tokoh.
a. Dari rakyat Bali.
I Gusti ktut Jelantik dan Raja Buleleng.
b. Dari kolonial Belanda.
Jenderal Micheles.
5. Medan Perang.
Medan perang hampir seluruh pulau Bali yang meliputi Klungkung, Buleleng, karang Asem, gianyar, dll.
6. Akhir perang.
Jatuhnya Buleleng ke tangan Belanda, mempengaruhi raja-raja lain untuk bersikap lunak terhadap Belanda. Akibatnya sebagian besar kerajaan di Bali dapat ditaklukan Belanda pada akhir abad ke-19. Pada tahun 1906 Belanda menyerang Bali selatan yang di sana mendapatkan perlawanan yang sengit yang diikuti dengan perang Puputan. Baru pada tahun 1909 seluruh Bali dapat di kuasai oleh Belanda.

7. Akibat-akibat perang.
a. Bidang politik.
- Dikuasainya seluruh pulau Bali oleh Belanda.
- Berkurangnya kekuasaan raja pada kerajaannya bahkan raja dapat dikatakan menjadi bawahan Belanda.
b. Bidang ekonomi.
- Dikuasainya monopoli perdagangan di Bali karena Bali merupakan daerah yang sangat strategis yang banyak dikunjungi bangsa asing.
c. Bidang sosial.
- Banyaknya tatanan sosial yang dirobah oleh Belanda termasuk dihapuskannya adat Sute pada upacara ngaben.

E. Perang Banjar (1859-1863).
Perang Banjar terjadi di kerajaan Banjar daerah Kalimantan Selatan sekarang.
1. Sebab umum.
- Rakyat tidak senang dengan merajalelanya Belanda yang mengusahakan perkebunan dan pertambangan di Kalimantan Selatan.
- Belanda terlalu banyak campur tangan dalam urusan intern kerajaan.
- Belanda bermaksud menguasai daerah Kalimantan Selatan karena daerah ini ditemukan tambang Batubara.
2. Sebab Khusus.
Karena Pangeran Hidayatullah yang seharusnya menjadi Sultan Banjar tidak disetujui oleh Belanda yang kemudian mengangkap Tamjidilah sebagai Sultan yang tidak berhak menjadi Sultan. Kemudian setelah Belanda mencopot Tamjidilah dari kursi Sultan, Belanda membubarkan Kerajaan Banjar.
3. Strategi Perang.
Pangeran hidayatullah dan Pangeran Antasari menggunakan strategi perang gerilya dengan membuat kerajaan baru di pedalaman dan membangun benteng-benteng pertahanan di hutan-hutan.
4. Tokoh-tokoh.
a. Dari rakyat Banjar.
Pangeran Hidayatullah, Pangeran Antasari, Aling, Tumenggung Antaludin, Tumenggung Suropati, Demang Leman, dan Muhammad Seman.
b. Dari pihak kolonial Belanda.


5. Medan Perang.
Daerah pertempuran berada di daerah Kalimantan Seltan hampir seluruhnya. Termasuk di daerah sungai barito.
6. Akhir perang.
Setelah Pangeran Hidayatullah tertangkap dan Pangeran antasari wafat, perjuangan tetap berlanjut yang di pimpin oleh Gusti Mat Seman, Gusti Acil, Gusti Arsat, dan Antung Durahman. Oleh pemimpin-pemimpin tersebut, rakyat masih bergerilya dengan se-sekali melakukan serangan kepada Belanda sampai awal abad ke-20.
7. Akibat perang.
a. Bidang politik.
- Daerah Kalimantan selatan dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah kolonial Belanda.
- Dibubarkannya kerajaan Banjar.
b. Bidang ekonomi.
- Dikuasainya tambang batubara dan perkebunan di daerah Kalimantan Selatan.

F. Perang Aceh (1873-1904).
Perang Aceh merupakan perang terlama yang bersifat kedaerahan di Indonesia.
1. Sebab umum.
- Adanya perbedaan atas kedudukan atau status daerah-daerah Sumatra Timur.
- Aceh menjadi penting dalam pelayaran internasional karena pembukaan terusan suez.
- Semakin berkembangnya imperalisme moderen di mana bangsa-bangsa imperialis makin giat mendapatkan tanah jajahan untuk dijadikan sebagai sumber bahan industri dan daerah pemasaran.
- Adanya politik Ekspansi Belanda ke luar Jawa dalam usahanya memwujudkan Pax Netherlandica. Sebab dalam Treaty of sumatra Inggris berjanji tidak menghalangi Belanda.
2. Sebab khusus.
Aceh yang mau mempertahankan kedaulatannya menolak tuntutan Belanda untuk tidak berhubungan dengan negara asing dan mengakui Belanda sebagai yang dipertuan.
3. Strategi perang.
Dalam perang yang bersifat nasional, rakyat Aceh menggunakan strategi:
- Mau berkompromi dengan Belanda agar kedudukannya dalam pemerintahan dan masyarakat tidak hilang.
- Juga siasat untuk mendapatkan persenjataan dari Belanda untuk gerilya berjalan lancar (menandatangani perjanjian pendek).
Untuk perjuangan yang sifatnya keagamaan strategi perangnya adalah:
- Tidak mau berkompromi dan tidak mau menyerah dengan Belanda.
- Melakukan perang Jihad yang didasarkan ajaran agama.
Kolonial Belanda melakukan strategi sebagai berikut:
- Penyerangan besar-besaran terhadap suatu objek yang diserang.
- Sistem konsentrasi stelsel.
- Melakukan sistem pendekatan yaitu dengan mengirim ahli agama Islam yaitu Dr. Snock Hurgronje yang menganjurkan untuk melakukan sistem devide et intera antara kaum bangsawan dengan ulama.
4. Tokoh-tokoh.
a. Dari rakyat Aceh.
Sultan Daud Syah, Tengku Umar, Panglima Polim, Tengku Cik di tiro, Tengku Baet, Cut nyak dien, Tengku cik ditero,
b. Dari pihak pemerintah kolonial Belanda.
Jenderal Cohler, Letjen Van Suiten, Kolonen Pell, Mayjen Van der heiden, dan Van der hoven.
5. Medan Peperangan.
Medan peperangan yaitu terjadi di seluruh Aceh yang termasuk daerah hutannya untuk bergerilya. Daerah Aceh yang berhutan dan berpegunungan, memudahkan untuk melaksanakan perang gerilya.
6. Akhir perang.
Karena banyak meninggalnya para pemimpin yang tangguh menyebabkan kedudukan Belanda semakin kuat di Aceh. Juga karena Belanda mematuhi saran dari Dr. Hurgronje, sehingga rakyat aceh ada yang membelot ke Belanda sehingga memudahkan Belanda untuk memecahbelah rakyat Aceh.
7. Akibat perang.
a. Bidang politik.
- Dikuasainya secara penuh wilayah Aceh.
- Sultan Aceh dipaksa oleh Belanda untuk menandatangani Plakat pendek yang bunyinya mengakui Belanda sebagai yang dipertuan di Aceh.
b. Bidang ekonomi.
Monopoli perdagangan di Aceh yang memiliki letak yang sangat strategis yaitu di selat Malaka.

G. Perang Tapanuli (1878-1907).
Perang ini dipimpin oleh Si singamangaraja ke-XII.
1. Sebab umum.
- Adanya tantangan raja Batak Tapanuli yang masih menganut agama Batak kuno (Animisme dinamisme) atas penyebaran agama Kristen di Tapanuli.
- Adanya siasat Belanda dengan menggunakan gerakan Zending untuk menguasai daerah Tapanuli.
- Alasan yang digunakan Belanda untuk menindas pejuang Padri dan pemimpin-pemimpin Aceh banyak melarikan diri ke daerah Tapanuli.
2. Sebab Khusus.
Penolakan Raja Si Singamangaraja ke-XII atas penyebaran agama Kristen di daerah Tapanuli.
3. Strategi perang.
Belanda melakukan serangan ke benteng pertahanan Si Singamangaraja, setelah terdesak Si singamangaraja menyingkir ke hutan untuk melakukan perjuangan gerilya.
4. Tokoh-tokoh.
a. Dari rakyat Tapanuli.
Raja Si singamangaraja ke-XII.
b. Dari pemerintah kolonial belanda.
Van Dai Lent dan Kapten Cristopher.
5. Medan Perang.
Medan pertempuran berada di seluruh Sumatra Utara sekitar Medan dan Danau Toba.
6. Akhir perang.
Pada tanggal 17 Juni 1907 Si singamangaraja ke-XII tewas dalam pertempuran sehingga berakhirlah perang Tapanuli. Karena seperti perang kedaerahan lainnya, jika pemimpinnya meninggal atau tertangkap, maka perang yang bersangkutan juga akan berakhir.
7. Akibat perang.
a. Bidang Politik.
Seluruh daerah Tapanuli dapat dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda.
b. Bidang ekonomi.
Dikuasainya monopoli perdagangan di sana terutama hasil perkebunannya seperti tembakau.
c. Bidang sosial.
Tersebarnya agama kristen di Tapanuli secara meluas yang menyebabkan berubahnya keyakinan masyarakat sebelumnya.

Ungu – Percaya Padaku

Aku tak tahu apa yang kurasakan
Dalam hatiku saat pertama kali
Lihat dirimu melihatmu
Seluruh tubuhku terpaku dan membisu
Detak jantungku berdetak tak menentu
Sepertinya aku tak ingin berlalu
[*]
Berikan cintamu juga sayangmu
Percaya padaku ku ‘kan menjagamu
Hingga akhir waktu menjemputku
[**]
Ku berikan cintaku juga sayangku
Percaya padaku ku ‘kan menjagamu
Hingga akhir waktu menjemputku
Saat ku tahu kau akan pergi jauh
Izinkan aku ‘tuk selalu menatimu
Untuk katakan ku ingin dirimu
Agar kau tahu betapa ku terlalu
Mencintaimu aku akan menunggu
Hingga dirimu kembali untukku
Back to [*][**]
Tolonglah aku bagaimana diriku
Ungkapkan itu rasa yang membelenggu
Dalam hatiku ku cinta padamu
Back to [*][**]
Back to [*]

Gerhana Bulan

Haii ..
lama nih nggak buka blog ..
oh iya..gw mau crita nih ..
tadi malem, bulannya tuh indah banget ..dan sempet gerhana selama 15 menit ..
ehh ..tau" ngalir aja kata kata ..gw bikin puisi deh ,tapi belon ada judulnye hehehe..yupzz ..cek ki dot ..:)



hitam pekat ..
dalam remang cahaya ,bersinar ..agak meredup..
seperti kesepian ..
tanpa teman ...


mlihat sebelah mata ..lalu menutupnya ..
melihat dalam ssuatu yang pekat ..
tak terlihat ..


hnya hmbusan angin ..
dngin mnusuk nadi ..
menggigil ,memanggil ,dan mnyerukan sgala yg ia luapkan ...


lalu menghilang ..
berselimut tebal ...


dan muncul kmbali ..
dngan chaya yg lebih bersinar dari sebelumnya ..


menyilaukan ..


tenggelam kmbali ..dalam kgalauan yg ia alami ..


bersembunyi ..
diam mmbisu ..
dan mengatakan tiap kata ..
dngan ttapan misteriusnya..


dan tak kmbali lagi..

Kamis, Februari 23, 2012

Tujuh Ciri-ciri Laki-laki Jatuh Cinta

Pria memang selalu bersikap manis saat berhadapan dengan wanita yang disukainya. Namun apakah ia benar-benar jatuh cinta?
Berikut tujuh tanda pria benar-benar jatuh cinta

1. Membawakan barang-barang

Pria selalu ingin berlagak bak pahlawan di depan wanita idamannya. Saat ia jatuh cinta, pria tak ingin melihat wanitanya kesulitan. Hal-hal kecil seperti membawa barang bawaan atau belanjaan akan dilakukannya.

2. Selalu melihat pasangannya sempurna

Ketika sang pria selalu menganggap pasangannya sempurna, bahkan dalam keadaan berkeringat dengan penampilan seadanya, itulah tandanya bahwa ia benar-benar jatuh cinta. Bukan ketertarikan fisik semata.

3. Membantu tanpa diminta

Jika pria tanpa diminta selalu membantu kesulitan pasangannya, itu adalah salah satu tanda ia benar-benar jatuh cinta. Hal ini bukan hanya karena sang pria ingin dianggap sempurna, namun juga berarti bahwa ia peka dan peduli akan kebutuhan pasangannya.

4. Mendengarkan semua keluhan

Saat seorang pria mau mendengarkan segala keluhan pasangannya dengan penuh perhatian dan kepedulian, itu adalah salah satu tanda ia serius jatuh cinta. Ia tak sekedar mendengar, tapi juga mampu mengeluarkan kata-kata manis yang membuat pasangannya tenang.

5. Memikirkan pasangan di setiap langkahnya

Tak perlu melihat hal-hal yang kecil, coba saja perhatikan saat si pria membuat kopi atau teh. Jika ia juga membuatkan, atau minimal menanyakan keinginan pasangannya, itu tandanya ia selalu memikirkan pasangannya di setiap langkahnya. Pria yang tengah jatuh cinta juga akan selalu memasukkan pujaan hatinya ke dalam rencana masa depannya.

6. Seperti Supir pribadi

Si pria rela mengantar dan menjemput pasangannya walau itu berarti ia harus berjibaku dengan kemacetan jalan yang luar biasa. Namun demi memastikan keselamatan sang pujaan hati, ia rela melakukannya.

7. Memasak hanya untuk membuat pasangannya terkesan

Pria kerap menghindari pekerjaan yang dianggapnya terlalu merepotkan. Namun demi membuat pasangannya terkesan, memasak pun ia kerjakan. Tak selalu harus memasak, jika ia telah berkorban melakukan hal-hal yang tidak ia kuasai demi pujaan hatinya, itu sudah merupakan tanda ia tengah jatuh cinta.

Cara Menghilangkan Was Was Pacaran Jarak Jauh



Suasana seperti awal jadian tidak berlangsung lama karena tiba-tiba pasangan akan pergi ke kota lain dan kita harus menjalani hubungan pacaran jarak jauh. Tidak perlu khawatir, Coba ikuti tips Tips Menjaga dan Menjalani Hubungan/Pacaran Jarak Jauh Agar Tetap Harmonis berikut

1. Mengenali lingkungan tempat pacar Anda berada, Untuk meminimalkan perasaan was-was, resah, ragu-ragu, curiga, dan yang lainnya, maka Anda perlu untuk mengenal lingkungan tempat dia berada.

2. Menjalin keakraban dengan teman-teman pacar Anda, Bersosialisasi, menjalin komunikasi yang baik dengan teman pacar Anda akan memudahkan Anda untuk memperoleh informasi apa pun tentang pacar Anda. Cara monitoring yang efektif sekaligus menghilangkan rasa curiga dan cemburu buta. Karena Anda sudah tahu, siapa saja orang-orang yang dekat dengan pacar Anda di sana.

3. Banyak berdoa meminta perlindungan dari Tuhan, Jangan pernah melupakan khasiat sebuah doa. Ingat, hidup manusia sudah ada yang mengatur. Setelah kita berusaha, maka doa adalah langkah selanjutnya yang harus dijalani. Mungkin Anda merasa tidak sanggup menjalani hubungan ini, tapi Tuhan yang akan memberikan kekuatan baik untuk Anda maupun untuk pasangan Anda.

4. Menjaga komunikasi, Menjaga komunikasi yang baik antara Anda dan pasangan sangat mutlak diperlukan dalam menjalani hubungan/pacaran jarak jauh. Zaman sekarang ini tidak akan sulit untuk melakukan komunikasi karena sudah banyak sarana pendukungnya. Bisa telepon, sms, malahan bisa pake Video Call yang sekarang sedang marak. Jadi manfaaatkan fasilitas ini sebaik mungkin.

5. Menjaga kepercayaan, Saling percaya, adalah sebuah pondasi yang kuat dalam dalam menjalin hubungan. Ketika kepercayaan sudah ditumbuhkan dalam hati masing-masing, maka hubungan ini pun akan terasa nyaman, hati akan terasa tenteram. Tidak ada lagi rasa was-was dan curiga yang hanya membuat Anda merasa depresi.

6. Buat komitmen yang jelas, Buatlah sebuah komitmen antara Anda dan pasangan. Ke mana arah hubungan ini sebenarnya. Apakah hubungan ini adalah hubungan yang serius atau hanya main-main. Kalau ini adalah hubungan yang serius berarti Anda dan pasanganmu harus harus sama-sama berkomitmen untuk menjadi pasangan yang setia. Tapi kalau hubungan ini hanya main-main, berarti Anda hanya sedang membuang -buang waktu.

7. Jangan mudah termakan gosip, Situasi yang tidak memungkinkan untuk sering bertemu membuat informasi yang sampai ke Anda dan pasanganmu simpang siur. Berita itu bisa jadi benar bisa juga hanya gosip belaka. Untuk memastikannya, tentu Anda harus konfirmasi dulu kepada pihak yang bersangkutan, dalam hal ini pacar Anda. Jangan mudah termakan gosip yang tidak benar. Itu hanya akan merugikan Anda saja.